Catatan dalam Pembuatan Peta dan Penulisan Laporan

Tulisan ini ditujukan bagi mahasiswa Geo-14 yg sedang menyusun laporan PGL Karsam, dan mahasiswa Geo-13 yg sebentar lagi, di libur semester akan melakukan Pemetaan Geologi Berkelompok.

—————–

Beberapa catatan dalam pembuatan peta dan penulisan laporan:

  1. Peta Lintasan & Pengamatan. Pada peta ini hsnya memuat simbol litologi dan data struktur, seperti kedudukan lapisan batuan, breksiasi, bidang sesar, dll. Untuk litologi, yg dituliskan adalah simbol satuan batuan, kontak satuan batuan, dan bukan kontak antar perlapisan batuan. Mengapa begitu? Karena yang akan dibuat adalah peta sebaran satuan batuan. Kemudian, simbol litologi tidak perlu dibulat-bulat, yang perlu justru angka yang menunjukkan lokasi pengamatan.
  2. Peta Geologi. Pada peta ini tergambar sebaran satuan batuan yang ditunjukkan dengan warna. Tidak ada lagi, simbol satuan batuan pada peta. Selain itu, simbol lain yang biasa muncul pada peta ini adalah garis batas satuan batuan, sumbu lipatan, sesar, dll., yang keyakinan atas data terbaca dari garis tegas atau garis putus-putus. Cek selalu sebaran batuan dengan penambang geologi untuk melihat kaidah perpetaan geologinya apakah sudah benar menggambarkan hubungan satuan batuan dan kontrol struktur.
  3. Peta Geomorfologi. Peta ini dibuat berdasarkan Peta Pola Pengaliran, Peta Lereng dan Peta Geologi. Penentuan satuan geomorfik memperhatikan morfogenesis yang mengontrol, misal jika morfologi dikontrol oleh perlipatan dan berkembang pola aliran trellis, maka satuan ini terklasifikasi bentukan struktural. Penentuan ini berlaku untuk bentukan vulkanik, fluvial, kars dan lainnya. Kalau tidak ada faktor morfogenesis seperti dijelaskan di atas, maja ini terkategori bentukan denudasional.
  4. Pada naskah tulisan data panjang harus diletakkan pada lampiran. Begitu juga gamvaran setiap lokasi pengamatan, dituliskan di lampiran. Hanya data terproses dari data yang panjang boleh muncul di naskah tulisan, misal dalam bentuk diagram kipas, stereogram, dll.
  5. Ilustrasi atau gambar wajib dirujuk sebelum tampil. Gambar harus mempunyai keterangan dan rekevan dengan pembahasan.
  6. Kemunculan sub-bab harus didahului oleh paragraf pengantar.
  7. Menulis wajib mengikuti kaidah menulis seperti yang telah dipelajari pada kuliah teknik penulisan ilmiah dan penulisan essai geologi.
  8. Selalu dibaca ulang setelah menulis agar terhindar dari kesalahan ketik, kesalahan pemaknaan kalumat dan lainnya.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*